Akhir tahun lalu, satu rencana hidup saya berantakan.
Satu, tapi cukup mengguncang rencana-rencana yang lain.
Sebagian menjadi kacau.
Lebih banyak kacaunya, tepatnya.

Lantas saya menjadi muak.
Masa bodoh dengan rencana.
Tak merasa lagi perlu dengan target.
Malas peduli dengan pencapaian dan batas-batas waktu!
Percuma!

Hingga pada akhirnya saya berdiri di satu titik.
Saya hanya butuh terus berjalan sebahagia mungkin.
Caranya?
Cukup dengan menikmati arus tanpa harus kehilangan arah.

Saya mengabaikan rencana, saya tak lagi menulis target, pun saya tak lagi menentukan batas-batas.

Toh tidak ada salahnya kan dengan menikmati arus?
Bukan berarti saya tak punya mimpi.
Justru saya sedang “menjalani” hidup yang lain dari biasanya.

Masih banyak jalan menuju ke Roma, bukan?

Sepertinya, akan menjadi asyik ketika kita menjadi manusia yang keras kepala dengan tujuan, tapi bisa fleksibel dengan cara-cara untuk mencapainya.

Advertisements