Ada banyak cara manusia berkomunikasi.
Tapi yang sering terjadi akhir-akhir ini ada satu.

LEWAT KODE.

Entah, begitu dhasyatnya gawai hingga model komunikasi manusia seolah kembali ke masa lalu.
Bedanya, jika di masa lalu kode itu digambarkan lewat gambar, tanda, atau benda-benda, saat ini kode justru dinyatakan secara gamblang.

Lewat tulisan!

Iya, tulisan itu dikomunikasikan melalui status WA, BBM, Line, FB, hingga kepsyen instagram.

Permasalahannya kemudian adalah si pengirim ini berhasil menyampaikan kode kepada penerima atau tidak.
Karena ternyata kode ini tak kalah rumit dengan model-model kode di masa lalu.
Lihat saja, karena kode-kode itu muncul istilah PHP, nggak peka, kebal kode, dan istilah-istilah serupa.

Absurd memang!

Saya sendiri suka geleng-geleng kepala lantas saya menjadi bagian di dalamnya.
Arusnya membuat geli-geli, gemas, gelisah!
Ahhh!

Tapi pada akhirnya saya sepakat, kode terbaik justru kode yang tak terlihat.

Contohnya?
Ya, seperti yang dikatakan Sudjiwo Tedjo.
Kodenya langsung dikirim kepada Yang Maha Pemilik Hati.

Ketika dua orang sama sekali tak berkomunikasi, tak bermain kode, tapi keduanya diam-diam saling mendoakan.

TerasKamar.
KetikaLelahBerbalasKode

Advertisements