Ada rasa yang perlahan menyeruak ke seluruh raga,
Ketika tangan ini harus melajukan setir ke arah itu.
Ada cerita lau yang terus memanggil-manggil,
Ketika kaki harus meningjak gas agar mobil tetap melaju ke arah itu.
Ada seribu senyum semu yang santun meyapaku,
Ketika mata harus beradu pandang di setiap sudut arah itu.

20170507_111529
Ku cari kamu

Hingga akhirnya ku hirup juga udara yang tak lagi ada baumu.
Berat langkah untuk menopang agar jiwa tetap tegar menyapa ruang yang tak lagi ada ramah sambutmu.
Rasanya rumput gajah menjadi terjal saat ku sadar berjalan di sini tanpa genggammu.

Sialnya lagi, di setiap langkah ke manapun aku menuju, ku dengar tawa renyahmu!
Ku menoleh ke segala ruang, tetap saja tak ku temukanmu di sini!

KAMU DIMANA SIH?!

Begitulah aku berteriak seperti ketika kamu marah bila aku menghilang tanpa kabar (tapi itu dulu).

Pada akhirnya, rasa menyerah yang memaksaku untuk sejenak diam.
Mataku tak lagi jelalatan.
Kakiku tak lagi membuat bebunyian serupa pedal drum.
Tanganku tak lagi mengepal mencipta tinju-tinju di dinding.

Hening.
Pening.
Pusing.

Terlonjak oleh getar gawai di saku.
Sebuah pesan balasan pendek.

“Ada party tadi malam”

Dirinya!

Gilaaa!
Ternyata sedari tadi aku sedang menjelajah ruang lalu!

Advertisements