Catatan Senja Untuk Sebuah Nama

Aku baru saja membaca status BBM seorang teman.
Isinya kurang lebih begini.

“Kata orang, laki-laki itu ingin ditunggu dan perempun ingin dipejuangkan”

Tiba-tiba saja pikirku melayang padamu.
Tentang pertikaian kita pagi ini.
Tentang kecemasanku yang berlebih.
Tentang kamu yang selalu memberiku isyarat, tolong, tunggu dan percayai aku.
Tentang aku yang tidak bisa sedikit bersabar dan melayangkan pesan yang berlebihan.
Aku tersadar!

Barangkali memang benar, waktumu benar-benar tersisa untuk masa depanmu.
Sampai-sampai, kamu memaksakan sisa Sabtumu untuk bersamaku.
Dan kamu datang dengan wajah lelahmu namun tetap tersenyum dan membawa sejuta cerita untukku.

Untukmu, sebuah nama yang selalu ku sebut dalam doa.

Ku pikir satu hari bebasmu kemarin adalah kemerdekaan bagimu.
Iya, Minggu adalah sepaket waktumu untuk berkencan dengan ibumu.
Aku tau, kamu adalah satu-satunya anarus selalu bisa diandalkan olehnya.
Mungkin juga kamu bercumbu dengan bengkel dan mobil-mobilmu.
Sebab aku tau bahagiamu ada pada hobimu.
Atau kamu bertemu teman-temanmu yang tentu selalu terkalahkan oleh pekerjaanmu.

Untukmu, sebuah nama yang selalu aku semogakan.
Bila tentangmu adalah menunggu,
Aku akan tetap menunggu.

Mgl,
SebuahCatatanYangTakRuntut

Advertisements