IMG_5372
Source: Dokumentasi Pribadi

Halo Mbak, masih sibukkah kamu stalking akun media sosial saya?
Masih berkecamukkah hati kamu atas apa yang telah usai?
Masih inginkah kamu mengirmkan PESAN-PESAN yang sungguh tidak jelas dan tidak masuk akal kepada saya?
Masih sanggupkah kamu BERPURA-PURA SMS mengatasnamakan DIA?
Jika masih, kamu mengambil keputusan yang salah dulu.
Sebab saya pernah menawarkan sebuah pertemuan bukan?
“Di Pasta Gio ya! Pasta sama steak-nya enak!“, begitu pesanku.

Terakhir, hari Jum’at lalu kamu masih berulah ya Mbak?
Dan lagi-lagi, mengirim pesan yang isinya ITU-ITU SAJA. Untuk apa sih?
Masih penasaran? Atau pengen nyakar saya? Atau berminat njambak rambut saya biar kayak di sinetron-sinetron itu?
Baiklah, saya mengambil jalan tengah.
Saya akan kasih Mbak sedikit cerita pendek, yang semoga saja bisa menjawab semua rasa penasaran Mbak.
DAN PERLU DICATAT, CERITA INI TIDAK BERTUJUAN UNTUK MEMBENARKAN ATAU MENYALAHKAN PIHAK MANAPUN. KARENA KEBENARAN TETAPLAH BENAR DAN KESALAHAN TETAPLAH SALAH.

Pertama, Sewaktu datang ke rumah saya, Mbak pernah tanya kan “Dulu gimana ceritanya bisa ketemu?” dan Mbak juga sudah dengar jawaban terjujur dan terlugu dari Ibuk saya.
Saat itu dipenghujung tahun 2015 Mbak. DIA pernah segila ini.
“Bersama Avanza kuning plat BE milik Papanya, DIA nangkring di pom bensin di depan rumah saya itu. Dari jam 22.00 sampai saya jam 7 pagi.”
Malam, sebelumnya DIA mengirim pesan pendek kepada saya, “Aku lagi kacau. Butuh temen ngobrol”, yang jelas-jelas saya tolak. Nanti kalau saya diculik gimana? Baru beberapa hari kenal juga. Hahahahaha.
Dan sampai detik ini pun, saya tidak tahu apa yang terjadi dengan DIA saat itu.

Lalu, nggak tau kenapa ya Mbak, perasaan saya bilang, “Saya gak mau DIA menginjakkan kaki dirumahku”, yang ternyata jawabannya saya peroleh di kemudian hari.
Tapi apa? Tiba-tiba saja DIA sudah nangkring di depan rumah. BERANI SEKALI YA DIA! Entahlah, kadang berani dan main-main cuma beda tipis! Kedatangannya gak cuma satu kali Mbak, tak perlu saya sebutkan kaerena saya sendiri juga lupa.

Kedatangan pertamanya baik dan manis sekali. DIA minta maaf, karena ketika nangkring di depan pom bensin itu, dia berhasil bikin rumah saya ribut. Dikiranya saya mau diculik! Setelahnya, DIA memperkenalkan diri di depan Ibuk saya. Dengan sangat gentle! Dan saya pikir, setelah itu semuanya akan hilang begitu saja. Eh,ternyata… Saya tidak perlu mencertikan kedatangan dia yang ke dua, ke tiga, dan seterusnya bukan? Karena terlalu banyak drama dan tak perlu lagi diungkit!

Kedua, dari sekian banyak pesan yang Mbak kirimkan, saya cuma mau bilang,“Please Don’t Think too Much!”. Percayalah, kamu tidak akan kehilangan dia! Pemikiran Mbak yang sedemikan rupa, hanya akan bikin capek sendiri. Mbak bisa baca kok tulisan saya yang sebelumnya. Di sana, Mbak akan paham JANJI APA YANG PERNAH KAMI BUAT. Sekali lagi saya tegaskan ya, tidak perlu sedemikan takutnya sampai update bagaimana kondisi hubungan mbak dan DIA. Saya malah jadi geli bacanya.

Ketiga, ini masih tentang isi pesan Mbak. Mbak tidak perlu menjelaskan lagi tentang pilih-memilih. Satu hal yang ingin saya garis bawahi adalah bahwa saya bukan pilihan. Karena tentu Mbak ngerti, DIA sudah punya pilihan jauh sebelum berteman baik dengan saya. Asal Mbak tau, salah satu kutipan favorit DIA ketika bersama saya adalah kutipannya Sujiwo Tedjo. Bunyinya begini.

Source: Google Image

Dan saya hanya membalasnya dengan nyinyiran juga.

“Kita memang tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta, tapi kita bisa memilih siapa yang patut kita perjuangkan”

yang kemudian saya susul lagi dengan kalimat pamungkas “DAN SAYA TAHU, KITA TIDAK PATUT UNTUK DIPERJUANGKAN! HAHAHA!”

Dan seperti biasa, DIA hanya menjawab dengan “Kopet lah!”

Saya harap, di poin ketiga kamu mulai paham, Mbak. Bawasanya jangan anggap saya sebagai saingan karena SAYA INI BUKAN PILIHAN. Terus siapa donk? Bukan siapa-siapa, hanya seseorang yang patut diperjuangkan oleh seseorang YANG JAUH LEBIH PANTAS UNTUK MEMPERJUANGKAN SAYA DIBANDING DIA.

Keempat, ini juga masih menyangkut pesanmu. Jangan terlalu ngomong yang muluk-muluk tentang ALASAN DIA YANG PERNAH MENJADI TEMAN BAIK SAYA. Tanpa penjelasanmu yang lucu itu, saya sudah paham kok, Mbak. Kenapa saya menyebutnya TEMAN BAIK? Semoga Mbak sudah membaca tulisan saya yang sebelumnya ya. intinya sih, masih ADA yang jauh LEBIH DEKAT DENGAN SAYA DIBANDING DIA.

Mbak, percaya nggak bahwa Tuhan gak pernah membiarkan kita sendirian untuk menghadapi hal-hal terberat dalam hidup? Kalau gak percaya, jawabannya ya saya dan DIA ini! Asal Mbak ngerti, saya adalah orang yang paling rajin ngejekin DIA dengan kata-kata begini! “WOI, HARGA DIRI LAKI-LAKI ADALAH DENGAN BEKERJA!” Berkali-kali yang cuma jawab dengan “Ya sabar sih! Nanti juga kerja lagi!” Sampai pada akhirnya sebuah pesan melayang kepada saya yang intinya DIA dapat tawaran dari Mbak A**y kerja di Bandung. Saya jawab dengan singkat saja, “Yes, you should go there!” Eh Mbak, tapi saya gak hanya ngejekin kok. Saya masih hafal betul kantor mana saja yang sudah DIA coba, dan akhirnya sampai saat ini DIA masih bertahan di Jogja. Saya pikir saya tidak perlu menceritakan lebih detil, karena seharusnya Mbak sudah bisa mengambil kesimpulan.

Kelima, semoga ini poin yang terakhir ya Mbak. Mbak tahu, apa yang telah DIA buat bukan lagi menyangkut person to person. Lebih dari itu, ini menyangkut family – family – and family. WOW! Saya membayangkan kalau cerita ini di filmkan. Pasti seru sekali! Terakhir yang saya dengar dari Kakak DIA, Mbak masih rewel saja mengenai masalah ini ya? Masih belum bisa move on? Ayolah Mbak, mari berproses dengan cara yang baik! YOU SHOULD TRUST HIM AND STOP STALK ME! Mbak tidak perlu lagi sering-sering kepo akun instagram saya. Apalagi sampai kepo ke bawah banget. Males sendiri kan liatnya? Karena sampai saat ini pun saya belum menghapus postingan yang masih ada DIA-nya.

Mari kita sama-sama hargai proses. YOU NEVER KNOW MBAK, THERE WERE NUMEROUS THREATS AND FIGHTS BETWEEN HE AND I JUST TO STOP THIS, ALL ABOUT THIS! THERE WERE TOO MANY PAIN WE GOT! LIFE HAS SO MANY SIDES THAT IT’S ALMOST IMPOSSIBLE TO SEE THEM ALL AT ONCE! PAHAM KAN? C’mon, Mbak! Di kondisi dan juga usia saya (dan kalian) saat ini, CINTA ITU SATU LEVEL DIBAWAH IMAN! Ada apa dengan IMAN? Ada LOGIKA di dalam sana, termasuk TANGGUNG JAWAB dan KOMITMEN! Setidaknya, itu yang pernah saya bilang ke DIA.

Maaf Mbak, ternyata tadi bukan poin yang terakhir. Semoga yang ini benar-benar terakhir deh ya. Jadi, kalau Mbak masih ingin balas dendam dengan saya, saya kasih tahu cara balas dendam terbaik. Mbak gak perlu stalking lagi akun media sosial saya, apalagi sampai nge-add LINE segala. Nah, kalau kepo blog ini malah boleh banget 🙂

Jadi gini, Mbak tinggal share, posting segala seusuatu yang membahagiakan. Umbar aja kemesraan Mbak dengan DIA. Tunjukin kalau pelukannya adalah pelukan yang terhangat! Tunjukin kalau kecupannya yang termanis! Tunjukkan bahwa HE GIVES YOU THE BEST! Pamerkan semua kebahagiaan setiap kali Mbak dan DIA memasuki “jenjang” yang lebih tinggi lagi. Buat dunia tahu bahwa “Eh ini lhoooo,,, gue sama do’i bahagia banget! gue bersyukur punya do’i!” Buat dunia cemburu sama kalian! Hahahahaha! Dan, masih banyak cara lain tanpa melibatkan MASA LALU YANG SUDAH LEWAT. Percayalah, saya dan DIA, WE HAVE DONE IN A GOOD WAY! Okay? Sepakat ya Mbak?

Once again, YOU SHOULD TRUST HIM! TRUST HIM! AND TRUST HIM!
Semoga segalanya akan selalu baik dan selalu bahagia 🙂

NB: Untuk DIA

Sejak awal, aku sedang mencoba membebaskan perasaanmu. Tapi aku hanya bisa menunjukkan jalan: Kaulah yang harus menempuhnya sendiri.
Selamat, selamat menempuh perjalanan rasamu sendiri, captain!

 

Best Regards,

MeAfter4yy

Advertisements