road.jpg
Sumber: Google

Hai, apa kabar?
Semoga selalu baik ya.

Rasa hati girang akhirnya bisa menulis lagi.
Meski jurnal ini mulai bersarang.
Terlalu banyak yang ingin saya tumpahkan begitu saja.

Seperti halnya bumi yang berputar, begitupun kehidupan makhluk di dalamnya.

Saat menulis kabar ini, saya sudah memiliki kantor.
Saya telah menyelesaikan masa studi saya.
Saya menepati janji dengan sangat baik.
Begitu pula DIA.
(Terimakasih banyak untuk ini)

Dan seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya, saya sudah tidak bersama DIA.
Ya, memang seharusnya begitu kan?
Kita sama-sama MENEPATI JANJI TANPA ADA YANG MENGINGKARI.
Ya, meskipun saya tau, LUKA itu akan selalu ada.
(Maaf untuk ini)

Tak bisa dipungkiri, kejadian itu sebegitu dahsyatnya hingga manajer saya melayangkan panggilan khusus keada saya.
Simple, beliau hanya bilang,

“Terpuruk boleh, tapi ayolah, Di! Jangan kacau berlarut-larut apalagi sampai kerjaan juga”

Hahaha! Setelahnya saya hanya tertawa terbahak-bahak sampai kemudian menangis.
Hallo, Secupu itukah saya sampai ditegur oleh manajer? Hehehe 🙂

Ohiya, rumah saya pun sekarang lebih ramai, sebab seorang bayi laki-laki telah hadir diantara kami.
Kala, namanya.
Akan ku ceritakan dia lebih panjang nantinya.

Ah, bingung rasanya kisah mana yang harus saya kabarkan terlebih dulu.
Butuh waktu, untuk menjadikannya sebuah catatan perjalanan yang utuh, meski tak selalu runtut. Doakan, semoga cerita perjalananku masih senikmat kemarin!

NB: Sebenarnya, kabar ini saya buat untuk mengikuti sebuah tantangan #31HariMenulis yang kabarnya dimulai tanggal 15 April nanti. Intinya sih, saya gak boleh absen nulis selama sebulan penuh. Saya harus memaksa diri saya untuk mulai menulis secara konsisten lagi kan? Jangan lupa, untuk terus mampir! Sambil ngopi atau ngeteh akan lebih asikkk!

Advertisements