Dalam cerita ini,  kita tidak tahu siapa yang sedang berbohong, tapi kita sama-sama percaya pada sesuatu bernama luka.

Hai,  aku tau,  kau pasti sedang tersenyum diseberang sana kan?

Aku bisa merasakannya.

Sungguh,  bukan berarti aku tidak percaya.  Hanya saja,  aku butuh penjelasan. 

Aku ingin diyakinkan. 

Hai,  kamu pasti sedang tersenyum lagi kan?  Kali ini aku bisa melihatnya :).

Rasa-rasanya memperbincangkan kita itu rumit ya.  Berbelit-belit. 

Coba saja ingat,  setiap obrolan (dengan sedikit perdebatan) kita selalu berujung tanpa kesimpulan,  bukan? 

Ah,  barangkali beberapa hal memang terjadi tidak untuk diperbincangkan, tapi hanya cukup untuk dinikmati.

Seperti apa yang telah kita cipta berdua. 🙂

 

 

Advertisements