Aku telah terjaga sebelum mentari menyapa.
Terus terjaga, tidak lagi melanjutkan mimpi.
Sebab pagi ini beda.

Aku mencoba berdamai.
Merelakan setiap kehilangan.
Melepaskan yang tak tergenggam.
Menghempaskan segala luka.
Memahami bahwa pertemuan dan perpisahan tak ada yang abadi.

Sejujurnya jari-jari ini kaku.
Terlalu lama menghamba pada lembaran kosong.
Membiarkan spasi yang hanya spasi.
Tak ada abjad, tak ada angka, tak ada koma, apalagi titik.
Spasi pada lembar-lembar kosong.
Mencipta jeda yang terlalu lama.

Aku tak akan tertawa lebih dari satu kali untuk lelucon yang sama.
Pun, kini, aku tak bisa lagi menangisi kesedihan yang sama.

Sebab aku ingin mengakhiri spasi.

Advertisements