image

Terimakasih.”
“Untuk?”
Telah mendominasi. Menjadi cikal bakal, dan menjadi bekal. Kamu sering mampir dan hadir.”
“Terlewati dengan baik bukan?”
“Iya, meskipun tak sebaik yang aku duga.”
“Apa yang kamu dapat?”
“Banyak. Bahwa aku harus belajar mendengar agar mampu menceritakan (kembali). Bahwa aku harus meningkatkan kepekaan agar tersadar, setiap apa yang ada di dekatku bisa menjadi inspirasi. Bahwa aku harus bersabar untuk tetap konsisten – seperti yang mereka sebut. Bahwa aku harus terlatih membaca agar membuahkan tulisan.”
Kalau begitu, seharusnya kamu tidak akan berhenti setelah ini. Tetap melanjutkan yang sudah kamu mulai. Katamu ingin menaklukan target.”
“Barangkali. Asal kamu masih menyempatkan untuk singgah. Dan tetap membiarkan setiap kisah (kita) mengalun seperti bisa. “
“Aku tidak sebatas singgah, tapi tinggal. Makanya, aku selalu mendominasi untuk kamu tuliskan.”
“Tinggal kenangan maksudmu? Hahaha!”
“Haha! Tidak salah kan? Sudahlah, akui saja!”
“Itu terserah aku. Yang terpenting terimakasih, telah mendampingi selama 31 hari ini, (dan seterusnya, aku harap).”
“Selamat! Tetaplah menulis ya! Aku suka menikmatinya.”

Last day, #31harimenulis.
19 Juni 2015.
Terimakasih ya!

Advertisements