Fyuh,, akhirnya bisa piknik juga selama minggu tenang ini. Rencana beach camping ini sebenernya udah sejak hari Sabtu kemarin. Tapi ternyata aku malah sakit, di cancel dah jadinya. Setelah rehat beberapa hari akhirnya badanku sudah cukup strong untuk piknik! Yeay! Berangkatlah aku bersama geng SD (mereka memang temen sejak SD yang masih kentel sampai sekarang), yang berjumlah 9 orang. Karena salah satu temanku pingin ciblon, akhirnya kita memutuskan pergi ke Sadranan (ini untuk yang kedua kalinya aku beach camping di sana). Oiya, aku gak akan menjelaskan rute menuju Sadranan. Toh pasti sudah bertebaran informasi mengenai ini di Google.

IMG_2099
Ini partner piknikku. Kami berteman sejak duduk di bangku Sekolah Dasar

 

Kami berangkat hari Kamis malam jam 19:30 dari Jogja. Tiba di pantai sekitar pukul 21:30 karena kami sempat berhenti bentar di sebuah minimrket yang konon katanya sudah menjamur di seluruh pelosok negeri ini. Hayo, coba tebak? Sampai di sana ternyata lumayan ramai juga. Beberapa tenda sudah berdiri berderetan rapi. Ramai nan gaduh! Mungkin karena lagi musim minggu tenang dan sebelum Ramadhan tiba ya. Jadi, para mahasiswa seperti aku memanfaatkan minggu tenangnya untuk menenangkan diri dari hiruk-piruk perkuliahan.

Cuaca malem itu emang ciamik banget dah. Langitnya bersih, bintangnya bertaburan, syahdu men syahdu! Setelah mendirikan tenda dan berbenah, kami memesan kayu bakar untuk api unggun kepada bapak-bapak yang masih berjaga di area pantai. Harganya murah kok, 20ribu rupiah udah termasuk jasa bapaknya nyalain api unggun. Sambil api unggunan, kami nyanyi-nyanyi, gitaran, dan yang paling koplak adalah truth-or-dare-an. Sampai pada akhirnya, satu-persatu dari kami mulai runtuh pertahanan kantuknya. Beberapa temanku tidur di dalam tenda.

IMG_2001
Wefie dulu biar afdhol 😀 Abaikan jerawatku ya 😀

 

Aku memilih tidur di luar, beralaskan sleeping bag. Entah, rasanya gak mau melewatkan momen di langit yang indah banget. Sambil rebahan aku ditemani beberapa temanku yang juga memilih untuk tidur di luar tenda. Beberapa kali aku menangkap momen yang kata orang-orang itu namanya bintang jatuh. Damai rasanya. Belum lagi suara debur ombak yang syahdu. Ah, aku sendiri sampai gak bisa menceritakan gimana indahnya malam itu.

IMG_2063
CANDID YANG GAGAL 😀 Begini lebih nikmat kalau dipantai

Perlahan obrolan kami mulai samar-samar. Mataku masih awas menatap langit, telingaku masih girang mengikuti irama debur ombak, dan hatiku masih tak henti-hentinya memuja sang Pencipta Maha Karya yang sungguh menawan ini. Sampai pada akhirnya Sadranan meninabobokan aku. Tepat sebelum fajar menggantikan malam, aku terlelap. Hello Sadranan, Good Night!

IMG_2076
Good Morning Sadranan!

 

Advertisements