Malem ini tiba-tiba hati tergugah untuk melanjutkan tulisan tentang Jodoh (?) yang sudah aku tulis kemarin. Dengan keadaan yang lebih fit, sehat, dan, bugar tentunya. Seenggaknya tulisanku jadi lebih rapi dan gampang dimengerti dari yang kemarin (semoga).

            Kalian pernah denger gak sih kisah sepasang kekasih yang telah menjalin hubungan bertahun-tahun, tapi berujung pada kegagalan tak terperikan? Banyak sekali kisah-kasih yang membuat hatiku turut kering kerontang ketika mendengarnya. Sudah betahun-tahun bersama, menjalani lika-liku hidup ini dari enol, justru ketika akan menggapai puncak  dan sudah diambang batas deadline usia pernikahan, malah kandas. Bubar jalan! Entah karena mereka baru nyadar kalau gak cocok, karena ada ­tangan-tangan ketiga, atau paling mentok nih bisa dibilang emang gak jodoh.

914479_1468350853420131_343737157_a
Barangkali mereka kandas karena ini……

            Pernah pada sebuah perbincangan aku dengan dia.

“Eh, mas A itu kok cepet banget ya nikahnya sama mbak B.”

“Iya ya, padahal baru deket 3 bulan doank.  Si embak B juga barusan putus sama pacarnya yang konon udah jalan hampir 5 tahunan itu.”

“Kilat. Ya, kalau dipikit-pikir, maklum sih. Mas A kan emang udah waktunya nikah. Ya, semacem, tipe-tipe pria galau gitu. Sudah berumur, sudah berpenghasilan, tunggu apalagi kalau emang udah nemuin yang diajak.”

“Lha, jadi sakjane mereka itu emang cocok atau kepentok ya? Wkwkwkw. No offense nih, cuma, suka penasaran aja. Bayangin deh, semisal mereka itu ketemunya di usia kayak kita. Anggep aja, Mas A baru 25 tahun, Mbak baru 20 tahun. Apa iya langsung capcus dibawa ke KUA?”

            Kemudian pada suatu hari lagi dia membawa kabar padaku.

“Eh, Mas D mau menikah nih bentar lagi.”

We, lha kok cepet? Bukane kemarin habis kandas dan hatinya patah tercabik-cabik?”

“Hih, lebay. Yo biasa, sudah diambang batas deadline menikah. Langsung cus wae to.”

images
Aku kira ini meme tepat banget untuk merepresentasikan apa yang aku maksud, hehehe…

            Kemudian ada lagi cerita. Konon guru sekolahku dulu pernah menjalin hubungan 10 tahun lamanya, dan berakhir kandas. Bayangkan oohh,, bayangkann. Yang terjadi kemudian adalah guruku itu bertemu dengan seorang lelaki yang baru dikenalnya dalam hitungan bulan dan berakhir ke pelaminan. Awesome! Kemudian masih banyak cerita lain yang serupa. Beberapa diantaranya aku melihat dengan mata dan kepalaku sendiri.

            Nah, disitu kadang aku meras sedih, eh merasa bingung. Sebab dengan banyak kejadian kayak di atas, terus orang-orang bilang, jodoh itu biasanya ga perlu lama-lama pacaran, langsung nikah pasti. Eh, yakin gitu po? Mbok coba dipikir ulang. Nek dari sudut pandangku sih, mereka terlihat lelah pacaran. Setelah kegagalan yang kemarin, njuk mereka mending pasrah gitu. Daripada dikejar umur, yaudah pas udah dapet langsung aja dibawa ke KUA. Lagi-lagi balik ke pertanyaan awalku tadi, semisal mereka itu ketemunya di usia kayak aku, anggep aja, Mas A baru 25 tahun, Mbak baru 20 tahun. Apa iya langsung cacpcus dibawa ke KUA?

            Ya pokoknya semacam itulah. Pertanyaan yang selalu melayang-layang dibenakku adalah Jodoh? sebenernya cocok apa kepentok sih? Aku tahu, itu udah sekanrio Tuhan. Toh ya, memang ada yang bilang (juga) kalau jodoh itu ada di Tangan Tuhan. Tapi kan ya, Tuhan mempertemukannya melalui kecocokan apa kepentokan? Hehehe. Ah, rasa-rasanya pengen menginterogasi pasangan-pasangan itu. Mereka dipisah di ruangan berbeda, dan harus menjawab sejujur-jujurnya. Hasil interogasi pun berisfat rahasia, hanya aku yang tahu. Mas, Mbak, sakjane kamu sama pasanganmu emang cocok apa kepentok? Hehehe. Yoweslah, alangkah syahdunya kalau ujung dari semua itu kita tutup pakai quote ini. Mungkin inilah kurang-lebih jawaban yang bakal mereka kasih kalau aku beneran menginterogasi pasangan-pasangan itu.

jodoh
Mungkin memang seperti inilah mereka……. So sweeeettt

Advertisements