Pagi ini, ketika tanganku lihai mengetik di atas keyboard, ketika mataku membelak menatap layar laptop, ketika kepalaku asyik menganggung-angguk mengikuti irama musik winamp (yang gak terlalu aku dengarkan), tiba-tiba telingaku tergoda oleh sebuah prolog, menggelitik.

Hai neptunus,dewa lautku,
apa kabar?
aku mau cerita sesuatu nih…

perahu-kertas-1920x1200

Suara Kuggy dalam prolog itu mengawali lagu Perahu Kertas.
Hai, perahu kertas, selamat bertemu lagi.
Mendengarkanmu selalu mengingatkan aku tentang dia.

Dawai-dawai perahu kertas hanyutkan lamunku dalam kepingan-kepingan lama yang kian menjadi utuh.
Lirik-lirik jujur perahu kertas adalah nostalgia tentang aku, dia, dan mereka.
Tentang pencarian, perjuangan, luka, ego, persahabatan, cinta, kesabaran, dan keindahan.
Hai neptunus, dewa lautku, ku titipkan cerita ini padamu. Bawalah ia lewat lautmu. Biarkan debur ombak, deru angin, dan biru langit tahu.

Penghujung Tahun 2012
Berawal dari tugas Ujian Akhir Semseter dua, berlanjut pada perkenalan, berkembang dalam persahabatan, berujung pada kisah asmara. Dimataku dia sangar, cuek, ngeri, sampai-sampai, mengajaknya bicara saja aku takut. Cukup melihatnya dari sudutku. Menikmati dawai-dawai gitar yang dia mainkan.

Januari-Mei 2013
Perlahan kami mulai berbincang. Perbincangan tatap muka yang seringkali disambung dengan perbincangan bermedia. Ternyata dia mantan wartawan. Ku akui aku merasa duniaku satu radar dengan dunianya. Mulai fotografi hingga marketing. Saat-saat ini juga kami sering bersama. Bahkan hasratku untuk pulang ke Magelang lebih besar, demi bertemu dia dan mereka lebih sering. Mereka (baca:dia) semakin terasa dekat dan menyatu, yang saat itu atas nama pertemanan, persahabatan, persaudaraan.

Juni-September 2013
Aku dan dia sedang sama-sama berjuang. Lebih tepatnya, memperjuangkan orang lain. Dia dengan pilihan hatinya, begitu pula aku. Kami saling bercerita. Tentang harapan, keyakinan, kecewa, hingga keputusasaan. Kurang lebih kami sama. Hingga pada suatu waktu, sahabatku yang juga sahabatnya, mulai berulah. Hingga hati kami mulai terbuka, meski tak langsung lebar. Banyak suara-suara yang seringkali menggoyahkan hatiku (dan mungkin hatinya). Terlebih dia pernah melontarkan berentet kata. “Aku gak bisa jatuh cinta sama temen, apalagi sahabatku sendiri. Gak enak aja pasti entar”. See? Mission Clear! Hahaha!

Krena hati punya logika yang tak bisa dipahami oleh kepala

Oktober 2013
Perdebatan hati pun terus berlanjut. Pacaran sama sahabat sendiri? Beberapa bilang “its oke, kalau emang suka, mau gimana lagi?”. Di sisi lain aku takut semua ini merusak tatanan persahabatan kami yang sudah terjalin. Hingga tiba dipertengahan Oktober, tepatnya di hari ke-13, semuanya terlihat lebih jelas. He asked me to be his girlfriend. Pendirian dia tentang jatuh hati pada sahabat runtuh juga akhirnya.

Penghujung tahun 2013 – Detik Ini
Hai neptunus, dewa lautku, apa kabar?
Ini kisah perahu kertas (versi)ku.
Aku tahu berubah status dari sahabat menjadi kekasih itu tak mudah.
Bukankah menurut teori sosiologi perubahan status menyebabkan perubahan peran pula?
Ya, setidaknya itulah yang terjadi diantara aku, dia, dan mereka.
Hai neptunus, dewa lautku.
Bukankah hati tak pernah memilih? Ia selalu tahu kemana harus berlabuh.
Semoga, radarku dan radarnya akan selamanya dalam satu frekuensi.
Sekarang dan selamanya.

tumblr_mbl8srxOhH1qje98qo1_500
One of my favourite Perahu Kertas’ Quote

-4 Juni 2015-
Untuk, my very best partner,D

Advertisements