Tanggal 30-31 kemarin aku menjadi panitia event Career Days yang diselenggarakan oleh ECC UGM. Aku dan temanku (Fahmi) menjadi Liaision Officer (LO) dari sebuah perushaan konsturksi swasta. Officer perusahaan yang datang di acara ini adalah staff HRD, panggil saja dia mas Iqbal. Selama dua hari kami saling bercerita. Mas Iqbal yang ramah dan baik itu tidak pelit berbagi informasi. Kami diajari bagaimana cara membaca pelamar kerja, cara menyeleksi CV, cara membuat CV yang menarik dan tetek-bengek sejenis lainnya. Rasanya lebih valid aja kalau informasi tersebut diperoleh dari seorang HRD yang sudah berpengalaman.

11392870_1015859261758132_6938673313913256763_n
Photo by Dicko Purnomo

Di suatu kesempatan, aku iseng bertanya, “Mas Iqbal, sebenarnya kalau pas interview apa saja sih yang ditanyakan? Aspek-aspek apa saja yang dinilai?”. Berangkat dari pertanyaan itu, mas Iqbal bercerita panjang lebar perihal wawancara kerja. Karena aku baik hati dan tidak sombong, akan ku ceritakan penjelasan mas Iqbal tersebut. Disini aku tidak akan lagi memberikan tips-tips mainstream yang sering dibahas di sana-sini. Cukup yang penting-penting dan mungkin belum banyak diketahui orang. Let’s see!

  • Alasan kamu memilih jurusan di kuliahmu

Seorang HRD tentu ingin tahu alasan kamu mengambil jurusan di kuliahmu. Dengan demikian, HRD bisa paham kepribadianmu. Apakah kamu mengambil jurusan hanya karena tuntutan orang tua dan kamu nurut gitu aja, Apakah karena kamu mengambil jurusan hanya karena kepepet, gagal mengambil jurusan impian. Apakah karena memang itu pilihanmu dan kamu sudah mengetahui tujuan hidupmu. Give the best reason without lie for them!

  • Apa yang kamu ketahui tentang perusahaan tersebut

Banyak sekali pelamar kerja yang hanya asal memasukkan CV tanpa tahu informasi perusahaan tersebut. Ini aku temukan saat di Career Days. Gampangannya, asal masukin CV ketika ada lowongan yang sesuai dengan jurusan kuliahnya. Nah, saat wawancara kerja nanti, HRD akan mewawancarai perihal penegetahuan kamu tentang perusahaan. Jngan lupa cari-cari informasi sebelum wawancara ya!

  • Alasan kamu melamar pekerjaan tersebut

Ini juga penting. Tentunya kamu tidak ingin gagap kan saat HRD menanyakan hal ini. Setidaknya kamu harus memiliki alasan yang reasonable meskipun mungkin kamu memasukkan CV asal-asalan

  • Apa prestasi yang kamu miliki selama kuliah

Ini merupakan kesempatan besar yang harus kamu gunakan untuk menujukkan dirimu yang sebenarnya. Meskipun kamu memiliki segudang prestasi, jangan sampai menyombongkan diri. Percaya dirilah, tapi secukupnya. Tunjukkan bahwa kamu punya leadership meskipun dari hal-hal kecil. Misalnya, kamu sering menjadi ketua kelompok tugas saat di kelas, kamu sering ditunjuk menjadi koordinator kelas oleh dosen, dan sebagainya. Meskipun terlihat kecil, tapi itu cukup berpengaruh. Syukur-syukur kamu memang punya banyak pengalaman sebagai leader dalam ranah yang lebih besar.

  • Kelebihan dan kekurangan kamu

Pertanyaan ini seringkali mengurangi nilai si pelamar kerja. Pasalnya, mereka tidak bisa cepat dalam menjawab pertanyaan ini. Padahal, bobot pertanyaan ini cukup besar. Sebab, dari pertanyaan ini HRD menilai seberapa jauh kamu mengenali dirimu sendiri. Kata mas Iqbal, kebanyakan pelamar jago menyebutkan kelebihan, tapi gagap menyebutkan kelemahan. Dalam menjawab pertanyaan ini kamu haruslah jujur. Pertanyaan ini seringkali dilontarkan di waktu yang tak terduga. Saat itu, mas Iqbal pernah mewawancarai seseorang yang mengaku jago Ms Excel, tapi ketika ditanya tentang VLOOKUP, dia tidak bisa menjawab. Alhasil nilainya menjadi berkurang. Saat menjawab kekurangan pun, jangan sampai malah mematikan dirimu sendiri. Semisal, saya orangnya egois, tapi kalau sama pacar saya. Atau, saya orangnya susah diatur, tapi saya selalu berusahan untuk terus mematuhi aturan. Intinya, jujur dan jangan sombong. Yuk, mulai kenali dirimu sekarang!

  • Jangan lupa kunci seluruh media sosialmu

Ini penting lho! Katanya, HRD akan habis-habisa kepoin kamu dan media sosialmu bisa menjadi bahan pertimbangan mereka. Demi kemanan agar ke-alay-an dan ke-lebay-anmu tidak terbuka, mending kunci aja deh. Semisal akun media sosialmu kamu gunakan sebagai bahan portofolio, semisal instagram, hapuskan foto orang-orang, kecuali memang itu layak dijadikan sebagai portofolio. Nah, jangan lupa kunci media sosialmu sebelum wawancara ya!

Aku pikir itu saja yang perlu aku bagikan ke kalian. Kalau kata mas Iqbal, jangan sampai kalian kelihatan gugup. PD itu harus, tapi jangan kePDan. Ingat, perusahaan yang akan menghire kalian, gak lucu kan kalau kalian sombong? Buat suasana layaknya ngobrol biasa. Katanya, HRD suka sama pelamar yang pandai mencairkan suasana. Woyo, good luck buat kalian! Semoga pekerjaan impian kalian tercapai!

2 Juni 2015

Advertisements