Hari ini tanggal 27 ya? Gak kerasa Mei hampir berlalu. Gak kerasa juga ternyata sudah sebulan lebih seminggu aku gak piknik. Gak ngapelin alam, gak bercengkrama bersama angin, gak bersendau dengan dedaunan, gak bersenandung bernadakan ombak, gak menyambut semburat fajar, gak duduk bersabar demi menunggu golden hour untuk mengabadikan momen, ah rindu. Terakhir, 19 April kemarin aku dan teman-teman naik ke Gunung Andong.

IMG_2193
Are you ready?


Aku di sini bukan pecinta alam. Juga bukan orang yang harus sering jalan-jalan hanya demi memproduksi sampah visual di instagram yang kian hari kian bertebaran. Aku hanya orang yang merasa bahwa sekali-kali kita harus hidup di alam. Karena akan ada hal yang aku dapat dari sana. Dulu memang aku pernah mau gabung di ekstrakulikuler sispala (siswa pecinta alam) waktu SMA. Akan tetapi, orang tuaku gak mengijinkan. Pun ketika aku ingin mengikuti kegiatan annual sipala, seperti pendakian gunung atau beach camping, juga tidak diijinkan. Ya begitulah, orang tuaku memang rad-rada gak rela begitu kalau anaknya main- main ke alam.
Sampai akhirnya aku kuliah, aku belum pernah sama sekali mencoba hidup di alam alias camping-camping gitu. Kecuali waktu kemah pramuka SD dan SMP dulu. Maka kemudian aku suka curi-curi waktu pas kuliah buat menyambangi alam. Aku tetep ijin sama orang rumah meskipun bukan orang tuaku. Aku pikir selama perginya itu sesuai dengan kemampuanku gak masalah, yang terpenting ada keluargamu yang tahu, kamu kemana. Aku bilang ke mbakku, baru setelah pulang aku ngaku kalau abis camping. (Ini jelek, jangan ditiru. Tindakan hanya boleh dilakukan dibawah pengawasan profesional, wkwkwk). 
Kemudian pergilah aku ke alam, gak perlu yang muluk-muluk, gak perlu gunung yang tinggi-tinggi, gak perlu pantai yang jauh-jauh, cukup yang sesuai dengan kemampuanku. Dari beberapa perjalanan yang itu, aku dapat banyak pelajaran. Akhirnya aku punya beberapa alasan mengapa kita harus, seenggaknya sekali dua kali menyambangi alam. Pun pesan ini juga berlaku untuk cewek-cewek rempong yang takut kotor. Sorry to say, karena memang beberapa kali aku ketemu cewek-cewek yang di otaknya cuma salon, mall, butik, hotel mewah dan semacamnya. Berikut alasan kenapa aku mesti sesekali mengencani alam.

  1.  Alam merefresh hidupmu
    Untuk yang ini semua orang pasti tahu. Pergi ke alam sama dengan piknik. Melihat laut, tiduran di pasir sambil ngeliat bintang, tidur diirngi alunan ombak, otomatis akan menghilangkan segala beban pikiran dan beban hati. Coba deh, kamu yang sukanya refreshing ke mall, pergilah ke alam. Bawa tenda, bawa matras, bersetubuh dengan bumi. Aku pastikan hidupmu akan benar-benar kerefresh.

    IMG_6301
    Setelah semalaman menikmati pantai dan debur ombaknya!
  2. Alam mengajarkan kebersamaan
    Ini aku rasain ketika aku naik gunung Andong via jalur ekstrem yang disebabkan oleh kesalahan aku dan teman-temanku.  Kami gak tau kalau ternyata jalur itu jalur esktrem. Kalau lewat jalur normal perjalanan dua jam, tapi lewat jalur ekstrem ini perjalanan mulur kurang lebih jadi 5 jam. Well, sebagai pemula, aku kewalahan. Belum lagi teman-temanku tipe-tipe pecinta alam yang bagi mereka pendakian gunung Andong ini biasa. Meskipun demikian, mereka tetap memberikan kesempatan buat aku dan beberepa temanku yang pula. Kita sering berhenti, minum, ngobrol, bercanda. Kemudian lanjut lagi. Di gunung juga, aku jadi tahu sifat aku yang sebenarnya. Pun juga teman-temanku. Sadaaap man!

    IMG_7080 (2)
    Foto ini ku beri judul “Mengejar Matahari”
  3. Alam menyimpan sejuta inspirasi
    Beneran deh, sepoi angin, hening malam, debur ombak, itu kombinasi paling oke. Kamu yang suka nulis dan lagi macet ide, pasti langsung dapet ide untuk nulis. Kamu yang suka bikin lagu tapi lagi kekeringan soul, pasti soulnya langsung hidup lagi. Kamu yang lagi dikejar-kejar target kantor, pasti langsung dapat semangat lagi. Cobain deh!

    IMG_5704
    Kata seseroang, foto ini memiliki angle terbaik dibanding jepretanku yang lain
  4. Alam mengajarkanmu untuk tetap bersyukur
    Di alam kamu akan menemui banyak orang. Melihat berbagai macam kehidupan. Menikmati keindahan tiada tara yang akhirnya membuatmu merasa harus bersyukur masih diberi kesempatan bisa berdiri di sana. Kadang ketika duduk di pantai atau berdiri di gunung, aku membayangkan gimana rasanya kalau alam itu ngamuk, kita mah, cuma secuil upil dimata alam. Makanya, jaga alam biar gak ngamuk!

    IMG_3788
    Menyambut fajar di puncak Sikunir
  5. Alam punya rahasia, yang hanya bisa kamu tahu kalau kamu ke sana
    Selepas aku naik gunung dan turun ke pantai, aku punya banyak sekali cerita yang tak akan usai ku ceritakan di sini. Pun aku juga rahasia yang ketika itu alam bisikkan padaku. Aku dan alam saling bercerita, dalam diam. Sayangnya, ini rahasia. Cuma aku, alam, dan Tuhan yang paham. Penasaran kan? So, kalau kamu pingin tahu rahasianya, pergilah ke alam, kamu akan temukan rahasia itu di sana!

    IMG_6219
    Jika kami bersama 😀

Tulisan di atas merupakan sebuah pandangan dari aku, yang notabennya bukan pecinta alam, bukan juga traveller. Aku hanya orang yang selalu merindukan alam ketika lama tak mencumbui senja, ketika lama tak terpeluk dingin malam, ketika lama tak mengencani alam. Dengan aku punya pengalaman ini, setidaknya aku punya gambaran kalau anakku kelak ijin mau pergi ke alam, hehe :D. Pesenku sih satu, hati-hati! Soalnya sekali kamu pergi ke alam, berkali-kali kamu selalu ingin kembali. Oke ya, jangan lupa jalan-jalan, kencani alam! Selamat menciptakan perjalanan kalian sendiri #31harimenulis!

27 Mei 2015

Advertisements