image
sumber: @didianindri (instagram)

Senja selalu memiliki banyak makna.
Bagi sebagian orang, pendar sinarnya adalah petang untuk mengakhiri hari
Bagi sebagiannya lagi, kilau cahyanya adalah terang untuk mengawali hari.

Aku lupa kapan aku mulai jatuh hati pada mahakarya agung bernama senja, tidak berusaha untuk mengingat, lebih tepatnya.
Barangkali sejak dia menghilang bersama senja.
Aah, tapi tidak. Dia masih tetap selalu kembali, SELALU.
Sama seperti senja.

Ia-senja- terlalu sederhana untuk diperdebatkan sedemikian rupa.
Seperti halnya dia, yang begitu sederhana untuk ku rindui, terus terang.

Kamu.
Selamat senja kamu.
Selamat menyambut terang.
Selamat mengawali hari.
Selamat melanjutkan panggilan jiwa.
Selamat menghibur.
Semoga kali ini dan seterusnya, senja(mu) dan senja(ku) adalah senja yang sama.

Selamat menikmati senja #31harimenulis.
-24 Mei 2015-

Advertisements