IMG_5046
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Hai people, selamat datang! Monggo mampir, anggap aja ini rumah sendiri. Santai-santai dulu lah sambil ngopi. Ngemil-ngemil juga bolehlah biar syahdu. Nah, daripada aku nulisnya mulai ngalor ngidul gak jelas, mending seklian dulu deh ya progolognya. Mari kita bareng-bareng menuju ke bagian isi. n

Kali ini aku merasa harus menceritakan kepada seluruh dunia (hasyah) tentang kenapa aku terseret pada sebuah event kece badai nan mempesona ini. Apalagi kalau bukan #31harimenulis? Sebelum aku jelasin alasannya, bolehlah aku ceritain dulu riwayat lahirnya blog didianindri.wordpress.com di dunia maya. Saat itu di sebuah awal tahun, di sebuah bulan yang juga judul lagu karya musisi papan atas nasional, Glen Fredly, Januari, seperti kebanyakan orang, aku membuat target-terget baru. Salah satu tergetku adalah menghasilkan tulisan di blog, minimal seminggu sekali. Aku merasa tertinggal jauh ketika beberapa teman aktif menulis di blog, sementara aku malah gak jelas, karya-karyaku tidak terlihat. Di awal Febuari, akhirnya terealisasikan juga terget menulis walaupun sempat tertunda. Bahagia sekali rasanya salah satu targetku bisa jalan.

Febuari 2015 adalah bulan dimana aku rajin menulis, rajin baca-baca blog orang, dan rajin melamun buat cari ide menulis. Saat itu juga sedag libur semester 5, maka setiap pulang dari piknik, aku langsung tancap gas bikin tulisan (ala-ala travel bolgger) gitu. Mulus sekali targetku di waktu itu. Kemudian Febuari berakhir dan itu artinya liburan semester 5 juga berakhir. Disitulah ketaqwaanku untuk tetap rajin menulis diuji. Mulai timbul percik-percik api yang bikin malas menulis. Mulai dari jawal kuliah, tugas kuliah, gak ada koneksi internet, gak ada ide, gak sempet, dan beribu alasan klise lainnya. Alhasil, sampai saat ini blog yang baru terlahir dunia maya hanya memiliki 4 tulisan. Keempat tulisan itupun aku buat di bulan Febuari semua. Sedih.

Setelah beberapa bulan ketaqwaan menulisku berada di tingkat paling rendah, akhir-akhir ini aku mulai semangat nulis lagi. Beberapa tulisan sempat aku buat meskipun cuma aku save di word atau draft di blog. Rasa-rasanya jadi gak PD mau ngeposting tulisan-tulisanku lagi. Untunglah, akhirnya datang sebuah wangsit yang tiba-tiba meningkatkan ketawqaan menulisku dan mempertebal keimananku untuk melanjutkan target yang mulai kacau balau. Sebut saja wangsit itu adalah #31harimenulis. Walaupun awalnya sempat bingung mau ikut atau enggak, akhirnya aku putuskan untuk mention twitter bang Wiro di detik-detik pendaftaran. Aku pikir, sayang kesempatan ini dilewatkan toh bisa jadi titik awal untukku kembali menyelesaikan target yang sudah aku mulai (hasyah).

Kira-kira itulah riwayat singkat lahirnya didianindri.wordpress.com hingga terseretnya aku ke dalam #31harimenulis. Aku yakin sejak tulisan ini diterbitkan, pasti blog ini lebih sering dikujungi, dikepoin, dicaci-maki, dan dipuji-puji (yang ini PD banget ya, wkwk). Nah, sekali lagi, aku ucapkan selamat datang. Selamat menikmati setiap kata demi kata, spasi demi spasi, larik demi larik, paragraf demi paragraf, dan judul demi judul. Maafkan jika saat kalian menikmati rasanya hambar. Kadang aku emang suka gitu. Mau nulis soal kopi susu, tapi rasanya malah kopi hitam. Pun sperti halnya hidup. Kita pinginnya ke naik ke puncak, eh teryata kudu terpeleset dulu sampai ke jurang, hehehe. Anggap saja tulisan ini sebuah pemanasan. Saat tulisan ini dibuat hari masih pagi, matahari belum terlalu tampak, langit mulai membiru, dan aku sedang pemanasan, persiapan untuk mencumbui tulisan-tulisanku selama 30 hari ke depan. Semangat pagi, semoga perjalanan kalian selalu berkesan!

20 Mei 2015.

#31aharimenulis

Advertisements